Diberdayakan oleh Blogger.

Total kunjungan:

Kamis, 25 Juli 2013

Soal dan Pembahasan Matematika SMA Berbasis Inquiry



Merancang model matematika yang berbentuk SPLDV berdasarkan pembelajaran inquiry
Untuk memahami bagaimana cara pemecahan masalah yang berkaitan dengan model matematika yang berbentuk SPLDV,

Berikut ane memberikan contoh soal dan pembahasan media pembelajaran berbasis Inquiry. simaklah ilustrasi berikut ini.Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan klik link dibawah ini.....
File pdf.


http://www.scribd.com/doc/155920646/Soal-Matematika-Berbasis-Inquiry

Kamis, 17 Mei 2012

program linier metode simplek


I.                  METODE SIMPLEK
Pada metode Simplekmodel persamaan linier harus dilakukan standarisasi, sebelum tahap awal dilakukan.

Langkah-langkah Standarisasi
1.      Fungsi Tujuan diubah dalam bentuk =0, dengan kata lain variabel yang terletak disebelah kanan tanda parsamaan dipindahkan kesebelah kiri tanda.

            Z = C1X1+C2X2+…+CnXn      persamaan

2.      Fungsi pembatas yang masih berupa pertidaksamaan diubah menjadi bentuk persamaan.
3.      Menambahkan variabel senjang ( slanck variabel ) biasa ditulis

            S1 , S2 , … , Sn       pada fungsi pembatas yang bertanda ≤

4.      Menambahkan variabel surplus (super variable) biasa ditulis

            S1 , S2 , … , Sn       pada fungsi pembatas yang bertanda ≥

Dari langkah-langkah nomor 2-3 dapat ditulis menjadi
           
            a1.1x1 + a1.2x2 + … +a1nxn+S1 = b1
          a2.1x1 + a2.2x2 + … +a2nxn+S2 = b2

            am.1x1 + am.2x2 + … +amnxn+Sm = bm
Dengan  i  = 1 , 2 , 3 , ….. , m
 






                Setelah langkah-langkah standarisasi tersebut selesei, maka langkah selanjutnya memasukkan hasi-hasil perhitungan pada setiap langkah tersebut kedalam tabel (tabel matriks)
            Pada metode Simpleks dikenalkan dua macam tabel yakni tabel kolom variabel dasar dan tabel baris Cj – Zi, maka kesempatan ini akan dibahas metode simpleks dengan menggunakan tabel berkolom variabel dasar.

Metode Simpleks Dengan Tabel Berkolom Variabel Dasar
Metode Program Liniernya
1.      Optimumkan (maks/min) Fungsi tujuan menjadi:

Z – C1X1 – C2X2 - … - CnXn = 0
2.      Fungsi pembatas

a1.1 x1 + a1.2 x2 +… + a1n xn + S1 = b1
a2.1 x1 + a2.2 x2 +… + a2n xn + S2 = b2
………
am.1 x1 + am.2 x2 +… + amn xn + Sm = bm
Buntuk Tabel Berkolom Variabel Dasarnya
VD
Z
X1
X2
Xn
S1
S2
Sn
S
Z
1
C1
C2
Cn
0
0
0
0
S1
0
A11
A12
A1n
1
0
0
B1
S2
0
A21
A22
A2n
0
1
0
B2








Sm
0
Am1
Am2
Amn
0
0
1
Bm
Dimana: Kolom X1 X2 Xn disebut matrik utama (Am Xn )
                        Kolam S1 S2 Sn disebut matrik satuan (An Xn)
                        Baris Z disebut persamaan ke-2
                        Baris S1 disebut persamaan ke-S1
                        Baris Sm disebut persamaan ke-Sm
Keterangan:
1.      Kolom VD (Variabel Dasar) / Baris Variabel / Variabel Anol (non zero veriable)
Adalah variabel-variabel yang nilainya ditunjukkan oleh konstanta yang bersesuaian didalam S. pada tahap awal / tabel pertama ini diisi variabel-variabel semu, karena pada tahap berikutnya variabel-variabel ini akan selalu berganti kecuali Z yang senantiasa hadir dalam kolom VD mulai awal hingga akhir.
2.      Kolom Z
Kolom ini sebenarnya hanya berfungsi sebagai pelengkap, karena isi pada kolom tetap mulai awal hingga akhir yakni: 1 , 0 ,…, 0.
3.      Kolom Variabel
Pada tabel pertama diisi koefisien / konstanta dari masing-masing variabel pada persamaan yang bersesuaian yakni aij untuk variabel asli Xj dan 0 atau 1 untuk variabel-variabel semu Sj.
4.      Kolom S (satuan)
Berisi nilai-nilai pada ruas kanan dari persamaan implisit yang terdapat didalam model, baik persamaan fungsi tujuan maupun fungsi pembatas.
Bilangan –bilangan yang tercantum pada kolom S ini mencerminkan  nilai Z dan nilai variabel-variabel dasar pada tahap penyeleseian yang bersangkutan.

Langkah-langkah Pengerjaan Prolin Dengan Menggunakan Tabel Kolom VD
1.      Rumuskan dan standarisasikan modelnya.
2.      Buat tabel pertama dengan menetapkan semua variabel semu sebagai VD (semua variabel asli sebagai variabel dasar).
3.      Tuntukan satu variabel pendatang diantaranya variabel-variabel dasar yang ada untuk variabel dasar dalam tabel berikutnya
Variabel Pendatang(Entering Variable) adalah variabel dasar yang nilainya  pada baris Z paling negatif (dalam kasus MAKSIMAL) dan paling positif (dalam kasus MINIMAL).
4.      Tuntukan satu “variabel pantau” diantara variabel-variabel yang ada.
Variabel Pantau adalah VD yang memiliki “Rasip Solusi (RS)” dengan nilai positif terkecil.

Untuk Selanjutnya:
*      Kolom yang mengandung variabel pendatang dinamakan kolom kunci.
*      Baris kunci adalah baris yang mengandung variabel perantau.
*      Untuk menentukan nilai kunci adalah perpotongan antara baris kunci dengan kolom kunci pendatang dan perantau.
*      Rasio Solusi (RS) adalah hasil bagi konstanta pada S terhadap unsur yang sebaris.
Dalam bentuk variabel perantau / baris kunci abaikan RS yang bernilai nol (0), dan negatif (-).
*      Bentuk tablo berikutnya dengan cara memasukkan pendatang kekolom VD dan mengeluarkan variabel perantau dan kolom VD serta mmelakukan tranformasi baris-baris tablo termasuk baris-baris transformasi baris kunci yang sembarang yang bervariabel dasar baru dilakukan dengan cara:
Baris kunci baru =
Baris baru = baris lama – unsur kolom kunci x baris kunci baru
 







*      Lakukan pengujian optimatis, jika semua koefisien pada variabel dasar pada baris Z sudah tidak ada lagi yang negatif, berarti penyeleseian sudah optimal , jika masih ada yang negatif maka harus dilakukan langkah-langkah ke-3 hingga ke-6 untuk tablo berikutnya.
Conyoh soal:
Seandainya diketahui fungsi-fungsi dan pembatas suatu masalah LP sebagai berikut:
Fungsi tujuan (maks.) Xo = 4x1 + 3x2
Fungsi-fungsi pembatas:
a.       2x1 + 3x2 ≤ 6
b.      -3x +2x2 ≤ 3
c.       2x + 2x2 ≤ 5
d.      2x + x2 ≤ 4
e.       x₁, x2 ≥ 0

      Seleseikan masalah diatas dengan metode gravik, dan dengan metode simplek.



      Penyeleseian…!
1.      Dengan cara grafik.

Misal      x = X1
              y = X2

Fungsi Tujuan (maks) Xo = 4X1 + 3X2           ó        Z = 4x + 3y

Fungsi Pembatas:
·            2X1 + 3X2 ≤ 6                  ó        2x + 3y ≤ 6
·            -3X1 + 2X2 ≤ 3                ó        -3x + 2y ≤ 3    
·            2X1 + X2 ≤ 5                    ó        2x + y ≤ 5
·            2X1 + 2X2 ≤ 4                  ó        2x + 2y ≤ 4     
·            X1 , X2 ≥ 0


*      2x + 3y ≤ 6 
X
0
3
Y
2
0

*      -3x + 2y ≤ 3
X
0
-1
Y
1
0

*      2x + y ≤ 5
X
0
2
Y
2
0



                   
*      2x + 2y ≤ 4 
X
0
2
Y
4
0


*      X1 , X2 ≥ 0
     
Jika:               Z = 4x + 3y
           
TITIK
CARTESIUS
NILAI
O
( 0 , 0 )
0
A
( 0 , 1  )
4
B
(  , 1  )
7
C

9
D
( 2 , 0 )
8






2.      Dengan Metode Simplek

*      Z – 4X1 – 3X2 = 0
*      2X1 + 3X2 + S1 = 6
*      -3X1 + 2X2 + S2 = 3
*      2X1 + 3X2 + S3  = 5
*      2X1 + X2 + S4 = 4
ð  X1 , X2 ≥ 0
      Tabel Metode Simplek I
VD
Z
X1
X2
S1
S2
S3
S4
S
Rs
Z
1
-4
-3
0
0
0
0
0
0
S1
0
2
3
1
0
0
0
6
3
S2
0
-3
2
0
1
0
0
3
-1
S3
0
2
3






S4




































3.      Dengan metode simpleks
Z - 4X1 - 3X2 = 0
*      2x1 + 3x2 + S1 = 6
*      -3x +2x2 + S2 = 3
*      2x + 2x2 + S3 = 5
*      2x + x2 + S4 = 4
*      X1 , X2 ≥ 0

ð Table metode simplek I

VD
Z
X1
X2
S1
S2
S3
S4
S
Z
1
-4
-3
0
0
0
0
0
S1
0
2
3
1
0
0
0
6
S2
0
-3
2
0
1
0
0
3
S3
0
2
3
0
0
1
0
5
S4
0
2
1
0
0
0
1
4

Rs =
Rs1 =  = 0    Rs2 =      Rs3 =      Rs4 =          Rs5 =  =2
      Baris kunci baru =
S4 merantau diganti dengan X1 (baru)
                X1 =                                                              
X1(baru) = 0        1             0            0          0                      2
Z (baru)
1 – ( -4 * 0) = 0
-4 – (-4 * 0) = 0
-3 – (-4 *  ) = -1
0 – (-4 * 0) = 0
0 – (-4 * 0) = 0
0 – (-4 * 0) = 0
0 – (-4 *  ) = 2
0 – (-4 * 2) = 8
S1 (baru)